Profil & Sejarah Desa
Sejarah "Kuda Hitam"
Nama Sumbakeling memiliki akar sejarah yang sangat unik dan heroik. Berasal dari perpaduan dua kata, yaitu “Sumba” yang berarti kuda, dan “Keling” yang berarti hitam. Secara harfiah, Sumbakeling bermakna Kuda Hitam.
Konon di masa lampau, wilayah ini dipimpin oleh seorang tokoh karismatik bernama Pangeran Wijaya Kusuma. Beliau selalu mengendarai kuda kesayangannya yang berwarna hitam pekat, yang diberi nama Keling. Untuk mengabadikan kepemimpinan dan perjuangan Pangeran Wijaya Kusuma beserta kuda setianya, masyarakat menamai desa ini menjadi Sumbakeling.
Visi
“Terwujudnya Masyarakat Sumbakeling sebagai Desa yang Maju, Sejahtera, Bedaya Saing, Modern dan Berakhlak Mulia ”
Misi
- Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama, Sosial Budaya dan Ketentraman Masyarakat.
- Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan Sumberdaya Manusia.
- Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Pedesaan, Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat,
- Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Aparatur dalam Tata Kelola Pemerintahan, Pembangunan dan Pelayanan pada Masyarakat.
Letak Geografis
Kecamatan
Pancalang
Kabupaten
Kuningan
Provinsi
Jawa Barat
Iklim
Tropis (18°C - 32°C)
Batas Wilayah:
Utara: Ds. Danalampah | Selatan: Ds. Patalang | Barat: Ds. Pancalang | Timur: Ds. Cipinang
Demografis Wilayah
Desa Sumbakeling memiliki populasi penduduk sekitar 1.985 jiwa yang hidup rukun. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan wiraswasta.
Tebagi dalam 3 Dusun:
1
Dusun Aji Gulung - Kramat
2
Dusun Paledang - Babakan
3
Dusun Pahajen