Desa Sumbakeling

Profil & Sejarah Desa

Sejarah "Kuda Hitam"

Nama Sumbakeling memiliki akar sejarah yang sangat unik dan heroik. Berasal dari perpaduan dua kata, yaitu “Sumba” yang berarti kuda, dan “Keling” yang berarti hitam. Secara harfiah, Sumbakeling bermakna Kuda Hitam.

Konon di masa lampau, wilayah ini dipimpin oleh seorang tokoh karismatik bernama Pangeran Wijaya Kusuma. Beliau selalu mengendarai kuda kesayangannya yang berwarna hitam pekat, yang diberi nama Keling. Untuk mengabadikan kepemimpinan dan perjuangan Pangeran Wijaya Kusuma beserta kuda setianya, masyarakat menamai desa ini menjadi Sumbakeling.

Hingga saat ini, makam Pangeran Wijaya Kusuma yang terletak di perbatasan antara Desa Sumbakeling dan Desa Pancalang masih terawat dengan baik dan sering diziarahi oleh para sesepuh serta masyarakat sebagai bentuk penghormatan.

Visi

“Terwujudnya Masyarakat Sumbakeling sebagai Desa yang Maju, Sejahtera, Bedaya Saing, Modern dan Berakhlak Mulia ”

Misi

Letak Geografis

Kecamatan
Pancalang
Kabupaten
Kuningan
Provinsi
Jawa Barat
Iklim
Tropis (18°C - 32°C)
Batas Wilayah:

Utara: Ds. Danalampah | Selatan: Ds. Patalang | Barat: Ds. Pancalang | Timur: Ds. Cipinang

Demografis Wilayah

Desa Sumbakeling memiliki populasi penduduk sekitar 1.985 jiwa yang hidup rukun. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan wiraswasta.

Tebagi dalam 3 Dusun:
1

Dusun Aji Gulung - Kramat

2

Dusun Paledang - Babakan

3

Dusun Pahajen